TEDI 1991

By I gede made tedi prayoga - Desember 05, 2019


Kala sang surya pada saat itu sangat menawan, awan yang berwarna putih pucet dan birunya langit menambah kehororran pada saat itu.


"Kring kring kring"


Suara alarm tampak tercenging di telinga tedi pada kala itu, " Alamak dah pagi " kaget tedi sambil mematikan alarm yang berada di sebelah nya, dan ia langsung melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan bergegas ke sekolah.

๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

Sesampainya disekolah tedi sempat heran setelah membuka  pintu kelasnya, karena semua temennya pada membuka buku yang mereka bawa masing-masing, dan ini adalah momen paling langka yang pernah ada di kelasnya, karena di kelas keterbelakangan itu termasuk dalam kategori murid paling malas.

"Ait tumben pada rajin, lo lagi yu, tumben banget lo belajar biasanya megang buku aja gak pernah" ejek tedi ke temennya Bayu sambil ketawa receh.

"Lah lo dah lupa ted, ada tugas dari buk dewi nih, inget ajal kita dah mau nyambut di jam pertama" jawab Bayu tanpa menoleh ke tedi dan terus melototi buku dan menulis dimeja.

Singkat penjelasan nya ibu dewi adalah seorang guru yang mempunyai paras setan disekolah kami, dengan sifat yang melampoi batas dajal ia sudah mendukung untuk dimasukan dalam kategori manusia pencabut nyawa. Dengan sikapnya yang sangat kasar terutama pada kaum adam seperti kami. ia sudah tidal layak untuk dimasukan dalam KK manusia. nexs lanjut cerita

"Dewa neptunus gue lupa yu, hehe boleh dong bagi-bagi dikit" sontak tedi kaget dan menoleh manis ke Bayu untuk minta contekan.

"Eh tumben lu mintak langsung? biasanya aja lu main ambil aja punya gue" jawab Bayu sambil menoleh dingin ke tedi.

Dengan senyum tipis dan gaya elegan tedi langsung duduk disebelah Bayu lalu langsung meng-copy pekerjaan Bayu, dengan seiring berdetiknya jarum jam, waktu telah berjalan 10 menit dan sentak dering klakson jam pertama bergetar didalam kelas.


"Ping ping ping"


"Buset main bel-bel aja si bambang  tugas gue belum kelar nih " sentak tedi terlihat panik karena tugasnya belum selesai dan ia buru-buru duduk ke mejanya.

Ketika ringtone jam pertama dimulai, suara kaki pun terdengar jelas disebelah emperan kelas kami "tak tuk tak tuk tak tuk" dengan gagah nya teman kami Aldi yang duduk paling depan, dengan siap siaga menjaga di pintu untuk memastikan siapa yang akan datang.

"Njir buk dewi  dah dateng bray" teriak Aldi didepan pintu sambil menoleh ke teman-temannya, dengan serentak semua murid yang berada didalam kelas langsung merapikan buku di atas meja dan bersiap-siap akan ajal mereka.

Dan entah kenapa Aldi langsung tertawa lepas saat itu "hahihi hahihi hahihi bodo banget, mau aja di bohongin" dengan ketawa ria nya Aldi merasa bangga dengan prank nya yang mampu membodohi kami, dan yang lewat tadi adalah pak nawa guru dikelas sebelah.

  Dengan ketawa setan nya Aldi, tiba-bia buk dewi beneran dateng ke kelas kami dan berdiri gagah di belakang Aldi, tanpa sadar Aldi terus tertawa di depan pintu.

"Selamat pagi om"  bisik buk dewi ke telinga Aldi, sentak Aldi langsung terdiam sunyi dan mulai merasakan efek samping saat itu, keringat dingin ples gemeteran karena Aldi sudah tau suara itu dari buk dewi, dengan perasaan berdebar Aldi perlahan-lahan duduk ke mejanya tanpa menoleh kebelakang.

Dan seluruh siswa di kelas pada tahan tawa dan ada juga yang tertawa ringan dibawah kolong bangku Mmm tapi tetep aja si ke dengeran jelas, orang suaranya malah jadi bergema gitu.

๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ

"Bangun, beri salam, selamat pagi buk guru" (njir kayak pas SD aja) dan itulah salam yang bergemuruh di dalam kelas Xl TKJ.

"Iya selamat pagi, silakan duduk, ok pelajaran kita sampai dimana kemarin nak?" Jawab buk dewi sambil duduk manis dimeja nya, eh sorry di kursinya.

"Halaman 76 bu, yang tugas ll" jawab Andini dengan lantangnya.

Andini adalah murid terpintar dikelas Xl TKJ dan dia adalah kebanggaan dari semua guru termasuk buk dewi, dengan paras jelitanya yang menawan dia juga termasuk kategori cewek tercantik disekolah itu, jadi gak heran kalo semua kaum lelaki banyak yang naksir sama dia.

Tapi disisi lain Andini adalah cewek judes dan sombong dengan dirinya, mungkin karena itu juga tedi tidak tertarik dengan Andini, tapi semua temen cogan tedi malah memuja-muja sang ratu Andini, termasuk dua cowok temen tamvan nya Andre dan Yoga, Yap Andre dan yoga termasuk pemuja setia kecantikan Andini.


Lanjut ke cerita ------>๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Oh iya, kemarin ada tugas ya, hayu kita periksa" jawab buk dewi sambil membuka buku PPKN.

Dan saat itu juga tedi tampak panik karena tugasnya belum kelar, dan dengan rasa takut akan ketahuan tidak membuat tugas tedi langsung mengambil buku yoga yang duduk di depannya.

"Buset dah ni babi, main ambil-ambil aja, ntar ketahuan kecot" marah yoga sambil mengambil balik bukunya dari tedi.

"Aduh ga, pinjem bentar aja, tugas gue belum kelar nih" saut tedi ke yoga, sambil memasang topeng ngemis nya.

"Ya elah tugas dari 1 minggu lu belum kelar juga ted?" tambah Andre yang duduk sebelahan sama yoga, dan yoga tampaknya gak mau memberikan bukunya ke tedi, karena dia takut ketahuan sama buk dewi.

"Mau gimana lagi, namanya juga lupa bang" saut tedi


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Yuk anak-anak kita periksa tugasnya ya, kita mulai dari yang pertama aja,,, nah kamu yg paling pojok belakang"  dan buk dewi pun menunjuk kearah tedi, sontak tedi pun mengalihkan perhatiannya ke buku dan pura-pura gak tau.

"Saya buk?" Jawab Ririn yang duduk di sebelah tedi.

"Gak, yang di sebelah kamu".

"Oh iya buk, ted lo di panggil buk dewi tuh" tambah Ririn ke tedi.

"Bilangin gue gak ada ma ibuk nya" jawab tedi sambil terus menatap bukunya.

"Way lo gede segaban gini mah dah diliat ma ibuk nya lol, nyuruh bilang gak ada lagi"

Deengan tampang pasrah dan takut tedi langsung maju perlahan ke depan, dan pas setengah jalan dengan otak jeniusnya tedi dengan sigap membuat alasan.

"Aduh permisi bentar buk, mau kebelakang hehe"

"Ibuk kan nyuruh kamu ke depan, ngapain malah kebelakang tedi?"

" Hehe gak buk magsudnya ke wc, udah di ujung tanduk nih buk, takutnya berak di celana hihi". Alasan tedi sambil ketawa receh di depan.

Dan tiba-tiba seluruh human di kelas itu ketawa ria saat mendengar alasan tedi yang nyeleneh itu, dan buk dewi pun ikut tertawa malu di mejanya.

"Iya buruan sana" suruh buk dewi ke tedi.


*****


"Ti, kapan kamu jadian ma Rio?" obrolan Icha sama wati sambil berjalan ke arah perpustakaan.

"Dua hari yang lalu sih, tapi aku merasa ragu gitu, kira-kira hubungan ini bakalan langgeng gak ya" jawab wati sambil menoleh ke depan.

"Pasti, yang penting kamu yakin aja,, btw bukan nya kamu juga deket ma tedi ya ti?".

"Iya sih, tapi" jawab Wati dengan ragu.

"Tapi apa? Emangnya dia belum tau kalo kamu dah jadian sama rio?" Oceh Icha ke wati.

"Nah itu masalahnya, aku ragu buat ngasih tau dia, takutnya aku malah nyakitin dia Cha"

"Hmm, mending kamu kasi tau aja dia secara baik-baik, pasti dia ngerti kok, daripada dia makin sayang sama kamu trus dia tau dari orang lain, itu malah maki  nyakitin dia jadinya" saran Icha sambil memegang pergelangan tangan Wati.

"Huhh,, iya juga sih" jawab wati sambil menghela nafas.

Singkat aja, Wati dan Icha adalah cewek dari kelas sebelah, dan mereka juga termasuk dalam satu paket, karena mereka berdua selalu mepet dan gak pernah pisah satu sama lain. Dan Wati adalah salah satu cewek yang di kagumi oleh Tedi dari dua minggu terakhir ini, emang bentar sih tapi mereka berdua udah deket banget. Cukup gitu aja kita kembali ke topik --->


"Eh tunggu ti, bukan nya itu tedi ya? Eh dia kemari tuh"

"Eh iya Cha"

Dan tedi terlihat jelas dari kejauhan akan melangkah ke arah Wati dan Icha, "Hay ti๐Ÿ‘‹๐Ÿ˜"  setelah melihat Wati, tedi langsung menyapa dan melambaikan tangannya sambil  tersenyum kearah Wati.

"Hay" jawab wati singkat

"Kok kamu disini ti, emang gak ada guru dikelas?"

" Ada, ni di suruh ke perpus ngambil absen sama pak arta"  jawab wati sambil tersenyum tipis ke tedi.

"Oh, gitu toh" jawab tedi sambil senyum

"Trus kamu ngapain di sini ted?"

Saat ditengah obrolan, Icha berbisik ke wati untuk ijin duluan ke perpustakaan. Dan Icha pun langsung meninggalkan merka berdua.

"Hehe ni mau ke wc bentar, males di kelas ada buk dewi soalnya"

"Owh, Mm aku duluan ya ted, mau keperpus dulu" tambah wati sambil melirik langkahan Icha.

"Hehe iya sana"

Saat wati sudah melangkah, sontak dari belakang tedi menghentikan langkah wati sambil memegang pergelangan tangan wati.

"Tunggu wati, ada aku mau omongin bentar,, nanti sore kamu ada acara gak?" Tiba-tiba saat itu pemandangan pun berumah seperti film india yang romantis.

"Gak sih, kenapa ted?" Balas wati sambil menatap mata tedi.

"Ntar sore kita jalan yuk, kamu bisa gak?"

Dan wati pun tampak bingung untuk menjawab pertanyaan tedi, tapi dengan suara merdunya wati menjawab "iya bisa" dan ia langsung pergi ke perpustakaan dan meninggalkan tedi di sana.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"PING PING PING"

Jam sudah menunjukan pukul 12:30 dan klakson pulang terdengar keras di masing-masing kelas. Dan tedi langsung mencari wati ke kelas nya.

"Eh bro lo liat wati gak?" Tanya tedi kepada seseorang

"Tadi si gue liat dia dah duluan pulang"

Saat tedi mendengar itu, ia langsung pergi ke parkiran untuk mencari Wati dan dari kejauhan wati terlihat jelas di mata tedi.

"Wati tunggu" teriak tedi dari kejauhan, sentak wati dan icha yang berjalan bersama langsung menoleh ke arah tedi.

"Huh huh tunggu dulu ti" saut tedi sambil ngos-ngosan

"Kenapa lagi ted?"

"Hehem" sambung Icha minderin  kita

"Hehe gak gue mau mastiin aja, ntar sore kita jadi kan?" Saut tedi sambil tersenyum ke wati.

"Eh tunggu dulu, kalian bakalan kemana nih? Ti kemana sih?" Oceh Icha

"Setan lu Cha, ganggu aja si lu" saut tedi ke Icha sambil memasang expresi tamvan nya.

"Gue temennya wati jadi gue wajib tau dong"

"Udah ah kalian, paansi ribut-ribut" bentak wati ke kami

"Iya jadi ted, jadi buruan gih kamu pergi, daripada kalian debat terus di sini" sambung wati.

"Ok deh, ntar sore aku jemput kamu ke rumah ya" balas tedi sambil melangkah ke motor nya.

Dengan perasaan senang tedi langsung pergi meninggalkan wati dan Icha di parkiran dan menunggu waktu sore. Di balik itu wati merasa ragu untuk pergi bersama tedi, karena dia takut ketahuan sama pacarnya Rio, tapi wati juga ingin merencanakan sesuatu saat itu untuk mengungkapkan yang sebenarnya ke tedi.

Ok jadi gue lupa membahas tetang si Rio, nah jadi Rio adalah anak sekolah sebelah, kebetulan di sekolah KRIGAKURE ini bersebelahan dengan sekolah KONOHAKURE, jadi wajar kalo cowok disana banyak yang numpang nyari cewek dimari.

Yap kita lanjut, dan kini jarum jam telah berhenti di angka 5 sore, dan tedi bergegas untuk menjemput wati kerumahnya, sesudahnya tedi sampai ia langsung menggetarkan gembok gerbang.


"TENG TENG TENG"


"Iya dek, ada apa ya? Saut seorang emak-emak sambil berjalan ke arah tedi.

"Permisi buk, wati nya ada gak?"

"Ada dek, tunggu bentar ya ibuk panggilin dulu, eh silakan masuk dek"

"Hehe iya buk makasi"

Dan saat itu tedi langsung duduk dan menunggu wati di teras depan, di satu sisi wati mengintip tedi dari jendela kamarnya dan siap-siap untuk pergi.

"Krettt" suara pintu terbuka terdengar jelas ditelinga tedi, "Eh maaf lama nunggu nya ted" saut wati dari pintu sambil menoleh ke hadapan tedi.

Dan tedi tampak terdiam sejenak setelah melihat penampilan wati yang amat ciamik, dengan gaya rambut rambut berai lurus nya semakin menambah kecantikan dalam diri wati saat itu.

"Eh iya gapapa ti, aku juga baru nyampek"  jawab tedi sambil terus menatap ke arah wati

"Hay, ngapain malah ngelamun sih" terus wati

"Widih, tumben banget dewa neptunus ngeliatin ciptaannya ke hadapan gue, ternya indah banget " suara bisik hati tedi.

"Eh gak hilaf, yuk berangkat" jawab tedi sambil sedikit kaget.


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


"Bum bum bum bum"


Suara kenalpot motor Supra tedi yang menyamai Harley begitu empuk terdengar di telinga mereka, sambil ngobrol receh mereka tampak tersenyum-senyum saat itu.

"Ti, bapak kamu jualan bakso ya? Kalo gak bilang aja kok kamu tau sih gitu ya" Gombal tedi sambil mengendarai motor

"Ih kok kamu tau?" Saut wati sambil tersenyum

"Iya, soalnya kemarin aku sempet jambret dompet bapak kamu, trus aku liat foto kamu di sana hihi"

"Ah, NANI"

Saat itu wati hanya bisa menikmati lelucon receh dari tedi, "jeg" tampaknya mereka sudah sampai dan tedi langsung menjongkrak motornya.

"Wih indah banget senjanya aku gak nyangka bakal kemari, kamu suka senja juga ya ted" tanya wati sambil berjalan ke bibir pantai dan duduk sejenak.

"Hehe iya" jawab tedi singkat sambil menoleh mata wati.

"Emang menurut kamu senja itu kayak gimana ted?" Tanya wati kembali sambil menatap mata tedi, dan hari itu tampak romantis banget apalagi ditambah dengan sinar cahaya yang agung berwarna Orin terang, sentak mata terlihat terbelenggu untuk melirik.

"Detik-detik dimana cahaya kebahagiaan itu redup begitu aja di hadapanku dan ketika ia berganti warna menjadi gelap terang, saat itu juga kebahagian ini tampak hilang sepenuh nya dan saat itu aku ngerasain sunyi dan sepi aja, dikala itu aku hanya bisa menunggu sunrise datang"

Saat itu juga wati gak nyangka kalo tedi ternyata se puitis ini, "Mmm" dan wati tampak bingung saat itu.

"Wati, aku mau bilang sesuatu sama kamu" saut tedi ke wati sambil menatap ke cahaya senja kala itu.

"Kamu mau gak menjadi pagi didalam senja ku ini, karena aku ingin kamu me nompang senjaku dikala akan redup sepenuhnya, dan aku angin kamu bersinar bagaikan senja saat itu"

Dan saat itu wati bingung mau berkata apa, dan saat itu juga witi memanfaatkan suasana untuk ngungkapin semuanya ke tedi, meski wati tampak kurang yakin kala itu.

"Jujur aku gak ngerti maksud kamu apa ted, tapi hari ini aku mau bilang sesuatu juga sama kamu, maaf kalo kamu gak suka dengan caraku ini" saut wati sambil menatap mata tedi dan melawan rasa takut nya.

"Jadi aku mau bilang, kalo aku udah jadian sama seseorang yang udah duluan deket sama aku, maaf kalo aku udah nyakitin perasaan kamu ted, dan maaf juga kalo selama ini aku baru kasi tau kamu, karena sebelumnya gak ada waktu yang tepat buat ngungkapin kenyataan ini, mungkin emang sekarang waktu yang tepat" sambung wati.

Saat itu tedi hanya bisa terdiam sambil menahan rasa pahit yang ia dapatkan, dengan mata yang mulai ber kaca-kaca tedi melanturkan kata ke wati.

"Hehe gitu ya, Mm dah berapa hari jadian ti?" Tanya tedi sambil menahan bola kristal yang akan jatuh dari matanya.

"Baru 2 hari sih hehe" jawab wati dengan perasaan lega karena sudah menyampaikan semuanya ke tedi.

"Owh iya, moga hubungan kalian langgeng ya"

"Dan inget pesenku, jangan sia-siain orang yang udah sayang sama kamu, mungkin dia udah memperjuangin semuanya buat kamu demi nyenengin kamu, jadi jangan sakitin dia, kalo misalnya kamu yang di sakitin bilang aja sama aku, biar aku gampang nyopot giginya satu-satu hehe" lanjut tedi dengan ketawa kecil.

"Hehe iya ted, moga kamu gak nyesel ya kenal sama aku, aku juga minta maaf banget sama kamu" sambung wati.

" Iya gapapa, malahan aku seneng kenal sama ciptaan ilahi yang seindah seperti kamu, dan karena kamu juga aku bisa ngerasain apa yang gak pernah aku rasain sebelumnya" lanjut tedi sambil tersenyum lebar ke arah wati.



----->TAMAT<------


Hehe gimana ceritanya, seru gak? Hehe maaf jika gak seru maklum lah aku baru belajar nulis

Maaf juga kalo banyak typo yang bertebaran dimana-mana dada๐Ÿ‘‹



Kalo kamu punya cerita dan ingin di upload di blog ini, silakan kirim ceritamu ke gmail dibawah ini.

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar