Hello rebahaners bagaimana kabar kalian?, apa
hari-harinya dipenuhi dengan anoni?, iya saya juga. Kembali lagi bersama saya bang
Tedi, dan setelah lama hilang dari pribumi kali ini saya datang kembali sebagai
sosok yang baru, sosok yang akan menemani kesepian dalam rebahan anda. Dengan berbagi
cerita karangan dan sedikit selipan jokes yang haha haha mungkin bisa menghibur
sedikit kebosanan dalam diri anda, ya, saya baru saja lulus dari SMA ditengah pandemi
yang membuat saya menjadi seorang pengangguran perfesional.
Sebelum itu, saya adalah seorang peria tampan kelahiran
tahun duaribuan yang disegani oleh para wanita terutma dikalangan kaum
tante-tante, dan hari ini usia saya sudah genap menginjak delapan belas tahun,
dimana membuat wajah saya menjadi lebih ganteng maksimal selayaknya opah-opah
korea. Sedikit yang tahu kalau dibalik wajah ganteng nankalem saya ini, dulu
saya adalah sosok yang paling ditakuti oleh orang-orang.
Tanpa banyak bercerita diawal kita akan flesback pada masa
lalu saya, dimana saya masih seorang anak SD dan sudah menjadi seorang buronan karena
habis mencuri mangga tetangga, dengan modal nekat dan tatto geplek disetiap
tangan sudah mendukung jiwa saya untuk menjadi seorang kriminal kelas anak dibawah
umur. Bersama teman-teman kriminal saya yang baru kelas lima SD, dimana mereka
masih nakal-nakalnya dan tidak mengenal kata kapok semakin membuat kami dibuly
oleh orang-orang disekitar kami.
Dengan jiwa pembrontak, kami sering sekali melakukan jejak kriminal didalam sekolah maupun diluar sekolah. Dan kami juga pernah melakukan tawuran kecil-kecilan seakan anak gengster bersama tetangga kelas sebelah dimana postur dan bobot mereka jauh lebih besar daripada kami, dengan bermodalkan tangan kosong yang mulai berkeringat dan urat leher yang ceking dimana fungsinya untuk berteriak meminta bantuan, saat semua persiapan sudah siap dan situasi yang makin memanas kami'pun langsung memulai adu tempur dengan mereka.
Dan saat ditengah-tengan kami sedang adu jontos manja, tanpa sengaja dengan sedikit kecerobohan yang fatal membuat gigi saya patah gegara kesandung kaki sendiri, tanpa membenahi posisi rebahan dan sembari menahan rasa ngilu pada rahang mulut, dengan reflek saya-pun langsung menangis dengan kencang di TKP. Dan disaat sudah pulang kerumah gigi saya langsung dicopot dengan diikat kegagang pintu oleh bapak saya sendiri karena sudah dianggap tidak layak pakai dan diganti menggunakan gigi baru.
Bukan sampai situ saja, kami juga pernah hampir dikroyok masalal sama tetangga sendiri karena kedapetan mencuri mangga pak RT. Disaat saya lagi memanjat pohon untuk menyantap satu buah, teman saya Yosep yang sebagai mata-mata langsung lari terbirit-birit seakan atlet internasional setelah melihat kedatangan pak RT, karena saya ditinggal sendiri diatas pohon, tanpa banyak pikir saya-pun langsung terjun bebas tanpa parasut dan berhasil mendarat dengan wajah mencium tanah, dimana itu membuat gigi palsu saya copot dan tidak bisa dipakai lagi. Dengan menahan rasa sakit, saya kembali bangkit dan menyamai langkah yosep untuk menghindari kejaran dari pak RT.
“Malinggggg”
teriak pak RT dengan keras, sontak para emak-emak yang sedang membeli sayur di
warung langsung lari membawa dagangannya tanpa membayar dan langsung mengejar
kami. Dengan perasaan yang mulai beradrenalin dan pikiran yang sempit, dengan
jeniusnya si Yosep mengajak saya bersembunyi dilubang selokan, entah apa yang
dipikirkan Yosep sepertinya otaknya ketinggalan saat berlari tadi.
Setelah beberapa menit berlalu dan sekiranya sudah aman, dengan hidung yang mulai tersumbat bau asam polida akhirnya kami bisa keluar dari selokan dan menghirup udara segar. Karena merasa bangga dengan kebebasan tersebut, kami-pun merayakannya dengan ketawa lepas Haha haha.
"Eh, gigi lu yang satu mana Ted?" Tanya Yosep menatap mantap gigi gw yang copot.
"Tadi copot pas gw loncat dari pohon mangga, karena lu lari duluan jadi gw tinggalin aja" Jawab gw.
"Waduh sory banget Ted, gw khilaf tadi ninggalin lu".
"Iya gapapa sante aja Sep, yang penting kita gak jadi mati suri gegara dikroyok emak-emak".
TAMAT
Pesan saya, teman adalah segalanya.



0 komentar